top of page
KN.png

Dunia Olahraga Kalteng Berduka, Legenda Dayung Subandi S. Musan Tutup Usia

 Almarhum meninggal dunia pada usia 61 tahun dan meninggalkan warisan prestasi serta dedikasi panjang bagi dunia olahraga dayung di Kalimantan Tengah. (Foto. Dok. Wiyandri)
Almarhum meninggal dunia pada usia 61 tahun dan meninggalkan warisan prestasi serta dedikasi panjang bagi dunia olahraga dayung di Kalimantan Tengah. (Foto. Dok. Wiyandri)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Dunia olahraga Kalimantan Tengah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Atlet dayung legendaris Subandi S. Musan meninggal dunia pada usia 61 tahun setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.


Kabar duka tersebut menyelimuti keluarga besar olahraga Kalimantan Tengah, khususnya cabang olahraga dayung yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan hidup almarhum.


Jenazah disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Yos Sudarso V, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Senin (15/6/2026).


Semasa hidupnya, Subandi dikenal sebagai salah satu atlet dayung terbaik yang pernah dimiliki Kalimantan Tengah. Ia menjadi bagian dari generasi emas olahraga dayung Indonesia yang mengharumkan nama daerah dan bangsa di berbagai ajang internasional.


Kariernya sebagai atlet nasional berlangsung pada periode 1984 hingga 1993. Dalam rentang waktu tersebut, Subandi berhasil mempersembahkan sejumlah prestasi membanggakan, di antaranya empat medali emas pada SEA Games 1987, medali emas SEA Games 1989, serta tiga medali emas pada SEA Games 1991.


Prestasinya juga tercatat di berbagai kejuaraan internasional, termasuk Canoe Asia Championship di Hong Kong dan China, serta Dragon Boat Race yang digelar di Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.


Dedikasi almarhum terhadap olahraga tidak berhenti setelah pensiun sebagai atlet. Ia memilih tetap berada di dunia dayung dengan menjadi pelatih dan membina atlet-atlet muda Kalimantan Tengah agar mampu mengikuti jejak prestasinya.


Sepanjang perjalanan kariernya sebagai atlet maupun pelatih, Subandi mencatatkan raihan 84 medali emas, 41 medali perak, dan 43 medali perunggu.


Selain aktif di dunia olahraga, almarhum juga dikenal sebagai pegawai Bank Kalteng serta pelatih di Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah.


Rekan seperjuangan almarhum, Pengan D. Timpun, mengenang Subandi sebagai sosok yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap olahraga dan tidak pernah berhenti mengabdi meski telah pensiun sebagai atlet.


“Kami bersama sejak tahun 1983. Beliau orang yang sangat total dalam olahraga. Dulu kami berjuang bukan karena materi, tetapi untuk membawa prestasi bagi daerah dan Indonesia. Itu yang selalu beliau pegang,” ujar Pengan.


Menurutnya, semangat pengabdian almarhum terus terlihat hingga akhir hayatnya melalui berbagai kegiatan pembinaan atlet.


“Beliau sepenuh hati untuk olahraga. Setelah menjadi atlet pun tetap melatih dan membina generasi muda. Sosok seperti beliau sekarang sangat jarang ditemukan,” tambahnya.


Ucapan belasungkawa juga disampaikan Ketua Umum PODSI Kalimantan Tengah, Juni Gultom. Ia menilai kepergian Subandi merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga dayung di Kalimantan Tengah.


“Kami dari PODSI Kalimantan Tengah turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kita kehilangan salah satu tokoh dan motivator bagi generasi atlet dayung yang akan datang. Semoga semangat dan dedikasi beliau menjadi inspirasi bagi atlet-atlet Kalimantan Tengah ke depan,” ujarnya.


Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, dan dua cucu.


Kepergian Subandi S. Musan tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat olahraga Kalimantan Tengah. Warisan prestasi, dedikasi, dan semangat juangnya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah olahraga daerah serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berprestasi membawa nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun internasional. -red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page