top of page

DPRD Kotim Perjuangkan Listrik Stabil Untuk Wilayah Terpencil


SAMPIT, KALTENG NETWORK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong peran aktif Perusahaan Besar Swasta (PBS) dalam mempercepat pemerataan jaringan listrik desa, khususnya untuk mengatasi kendala infrastruktur yang masih dihadapi.


Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor, menyampaikan harapannya agar perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat turut berkolaborasi, terutama dalam pembangunan akses jalan. “Kami meminta dan memohon keterlibatan daripada PBS perkebunan kelapa sawit yang ada untuk kerja sama sehingga membuatkan jalan. Karena salah satu kendala dalam pemerataan listrik ini adalah belum memadainya akses jalan,” ujarnya di Sampit, Kamis.


Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut dikenal aktif memperjuangkan pemerataan listrik, terutama di daerah pemilihan (Dapil) III yang menjadi wilayahnya. Ia menilai persoalan kelistrikan di wilayah tersebut masih cukup serius, khususnya di Kecamatan Pulau Hanaut.


Kecamatan yang terpisah oleh Sungai Mentaya dari wilayah utama Kabupaten Kotim itu selama ini masih mengandalkan suplai listrik dari Kecamatan Seranau. Namun, jarak yang cukup jauh serta keberadaan kawasan hutan di antara kedua wilayah tersebut menyebabkan pasokan listrik yang diterima di Pulau Hanaut menjadi tidak stabil.


“Contoh di Desa Bapinang itu untuk menyalakan kipas angin saja tidak bisa, apalagi untuk pompa air,” ungkapnya.


Selain itu, pada musim hujan atau ketika satwa seperti monyet melintas di jaringan kabel, gangguan listrik kerap terjadi dan bahkan bisa menyebabkan pemadaman hingga berhari-hari di Kecamatan Pulau Hanaut.


Permasalahan lain yang dihadapi adalah minimnya akses jalan, sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau lokasi saat terjadi gangguan dan melakukan perbaikan jaringan listrik. Oleh karena itu, ia menilai keberadaan akses jalan di sekitar jalur jaringan listrik sangat penting.


“Dengan aksesnya jalan itu kalau ada gangguan mereka (petugas) mudah datang. Kalau tanpa itu jika ada gangguan bagaimana untuk memperbaiki gangguan tersebut," jelasnya.

Akhyannoor menambahkan bahwa saat ini proyek penyambungan listrik ke Pulau Hanaut dari Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara sedang dipercepat oleh pihak PLN dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan.


Ia optimistis bahwa setelah proyek tersebut rampung dan beroperasi penuh, stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut akan meningkat. Ia juga menegaskan bahwa DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kotim terus mengawal proses pembangunan tersebut agar dapat selesai sesuai target.


“Bukan hanya di situ saja, kami berharap voltase listrik di seluruh wilayah Kotim ini aman. Mudah-mudahan pembangunan di Bagendang itu segera terealisasi. Kami yakin dengan begitu penerangan di Kotim hingga Seruyan akan baik dan benar,” demikian Akhyannoor. -red

Comments


bottom of page