3.544 Mahasiswa Baru UPR Ikuti PKKMB 2026, Dibekali Karakter dan Nilai Huma Betang

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Sebanyak 3.544 mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) resmi memulai tahapan awal kehidupan akademik melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (10/8/2026).
Pembukaan PKKMB UPR 2026 berlangsung dengan nuansa budaya Kalimantan Tengah. Prosesi diawali dengan adat Lawang Sakepeng, kemudian dilanjutkan penyematan atribut mahasiswa baru dari masing-masing fakultas.
Mengusung tema “Melangkah Bersama Membangun Mahasiswa UPR yang Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan Berlandaskan Semangat Isen Mulang dan Falsafah Huma Betang menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengenalan lingkungan kampus.
PKKMB juga menjadi tahap awal pembentukan karakter, kemandirian, integritas, serta tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.
Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, mengatakan kehidupan mahasiswa memiliki perbedaan mendasar dibandingkan masa sekolah. Di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengembangkan kemampuan dan cara berpikir.
“Mahasiswa lebih banyak belajar bagaimana penalaran, bagaimana mengembangkan diri. Pengajar itu memberikan motivasi, memberikan semangat, jadi lebih banyak mandiri,” kata Salampak.
Menurutnya, lingkungan kampus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir sekaligus membentuk karakter.
“Di kampus kita belajar bagaimana cara berpikir, cara memandang suatu masalah, membangun integritas, melatih kepemimpinan, dan menemukan jati diri,” ujarnya.
Salampak juga mendorong mahasiswa baru berani memiliki cita-cita besar. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan bangsa.
Pesan serupa disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah melalui Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalteng, Lisda Arriyana, S.Sos.
Dalam arahannya, Lisda menyampaikan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik. Kampus juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, mengasah kepemimpinan, serta menumbuhkan keberanian dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
“Menjadi mahasiswa UPR bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab. Mahasiswa adalah insan akademik yang dituntut lebih mandiri, kritis, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Lisda menyampaikan pesan Gubernur Kalteng.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pendidikan diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga beretika dan berkarakter sesuai nilai Belom Bahadat.
Pemprov Kalteng, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan kualitas pendidikan, termasuk di UPR.
“Kami tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, dan tidak bisa makan. Kami berkomitmen mendukung pengembangan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Kepada mahasiswa baru, Gubernur juga berpesan agar tidak takut memiliki mimpi besar. Kesuksesan membutuhkan proses yang panjang, disertai kerja keras, kesabaran, pengorbanan, dan doa.
Mahasiswa juga diminta menjauhi berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan, seperti pergaulan bebas, tindakan asusila, perjudian daring, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan negatif lainnya.
Di sisi lain, mahasiswa UPR didorong untuk menghidupkan nilai-nilai Falsafah Huma Betang dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut tercermin melalui semangat hidup bersama dalam keberagaman, saling menghormati, dan gotong royong.
Nilai Belom Bahadat juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa, terutama dalam menjunjung adab, etika, penghormatan terhadap sesama, adat, serta kelestarian alam.
Rangkaian PKKMB UPR 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi 3.544 mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata.
Masa perkuliahan diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga untuk membangun karakter, memperluas pengalaman, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments