TP-PKK Katingan Perkuat Aksi Nyata Turunkan Stunting dan Bangun Ketahanan Keluarga
- kaltengnetwork.com
- 2 days ago
- 3 min read

KATINGAN, KALTENG NETWORK - Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, bersama Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny. Tri Windarti Firdaus, menggelar pembinaan Sepuluh Program Pokok PKK bagi Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan dan desa se-Kecamatan Katingan Tengah pada Kamis (12/2/2026) di Aula Kecamatan Katingan Tengah.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat posisi PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat, mulai dari penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan literasi dan ketahanan keluarga.
Camat Katingan Tengah, Purwoko, menyampaikan bahwa gerakan PKK selama ini telah memberikan kontribusi konkret di tengah masyarakat. Ia menilai peran PKK terlihat dalam upaya penurunan stunting melalui edukasi gizi dan optimalisasi posyandu, pemberdayaan ekonomi keluarga lewat program UP2K, serta penguatan nilai gotong royong dalam keluarga dan lingkungan sosial.
“Namun kami juga secara terbuka mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Pembinaan hari ini kami harapkan menjadi ruang evaluasi dan konsultasi agar program yang dijalankan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Katingan,” ujar Purwoko. Ia menginstruksikan seluruh pengurus dan kader PKK, baik di tingkat kecamatan maupun desa, untuk aktif berdiskusi, mencari solusi, serta memaknai 10 Program Pokok PKK sebagai aksi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kecamatan Katingan Tengah, Ambar Wati, menyebut pembinaan ini sebagai dorongan motivasi bagi para pengurus hingga level desa. Ia mengakui bahwa meskipun TP-PKK Kecamatan Katingan Tengah telah berupaya optimal menjalankan 10 Program Pokok PKK, masih terdapat kendala administratif serta tantangan dalam implementasinya di lapangan.
“Kami seperti menimba ilmu langsung dari sumbernya. Kami berharap arahan dan evaluasi dari TP-PKK Kabupaten Katingan dapat meluruskan langkah kami agar program kerja berjalan selaras dengan visi dan misi kabupaten,” tuturnya, sembari mengajak seluruh ketua TP-PKK desa dan kader untuk mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Katingan, Ponny Natalia, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi gerakan PKK yang dinilainya sebagai mitra pemerintah yang paling setia dari waktu ke waktu. Ia juga mengingatkan bahwa pada 2026 akan terjadi pengurangan signifikan dalam alokasi anggaran desa, namun kondisi tersebut tidak boleh melemahkan semangat pengabdian.
“Keterbatasan anggaran justru menuntut adanya inovasi, kolaborasi, dan ketepatan sasaran dalam menjalankan program. PKK memiliki modal sosial yang kuat untuk memastikan program tetap memberikan dampak,” tegasnya.
Dalam arahannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, menegaskan bahwa pembinaan 10 Program Pokok PKK harus berorientasi pada dampak nyata (impact-driven). Program difokuskan pada isu-isu prioritas, yakni pencegahan pernikahan usia anak dan penyalahgunaan narkoba (Pokja I), peningkatan literasi serta penguatan ekonomi keluarga (Pokja II), optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan (Pokja III), serta penguatan gizi ibu dan anak termasuk pemberian makanan tambahan pendamping ASI guna mencegah stunting (Pokja IV).
Ia menekankan bahwa kader PKK merupakan garda terdepan dalam edukasi keluarga, khususnya terkait pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, perbaikan sanitasi, serta penerapan pola asuh yang tepat. “Program tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Yang diperlukan adalah pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta kolaborasi lintas sektor agar perubahan benar-benar terwujud di tingkat keluarga,” pesannya.
Rangkaian pembinaan kemudian dilanjutkan dengan sesi teknis oleh masing-masing Pokja kepada TP-PKK kecamatan dan desa/kelurahan. Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kapasitas kader, penyelarasan program dengan kebijakan daerah, serta berbagi praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi di desa.
Melalui pembinaan ini, diharapkan 10 Program Pokok PKK semakin terintegrasi dengan program pembangunan daerah, sehingga mampu mempercepat penurunan stunting, memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan literasi, dan membangun ketahanan keluarga di Kecamatan Katingan Tengah. -red Foto: Portal Katingan



















Penanganan stunting memang kuncinya di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kalau intervensinya telat (di atas 2 tahun), hasilnya kurang maksimal. Peran kader Posyandu untuk edukasi ibu hamil di sini vital banget. Baca juga https://unair.ac.id/dukung-sdg-3-mahasiswa-bbk-7-unair-gencarkan-aksi-door-to-door-cegah-stunting-di-banyuwangi/