top of page

Pria di Sampit Terluka Akibat Sabetan Parang Saat Lindungi Rekannya

Korban penganiayaan mendapat perawatan medis di rumah sakit setelah mengalami luka robek akibat sabetan senjata tajam dalam insiden yang terjadi di Jalan Rahadi Usman I, Sampit, Jumat (12/6/2026). (Foto. Dok. Wiyandri)
Korban penganiayaan mendapat perawatan medis di rumah sakit setelah mengalami luka robek akibat sabetan senjata tajam dalam insiden yang terjadi di Jalan Rahadi Usman I, Sampit, Jumat (12/6/2026). (Foto. Dok. Wiyandri)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Seorang pria berinisial GJI alias Acs (33) mengalami luka robek di tangan kiri setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang di Jalan Rahadi Usman I, belakang eks Golden Teater, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (12/6/2026).


Peristiwa tersebut diduga terjadi saat korban berusaha melindungi rekannya berinisial BG yang menjadi sasaran serangan seorang pria berinisial RN (33).


Berdasarkan keterangan warga, insiden bermula ketika korban dan BG mendatangi lokasi tempat terduga pelaku berada. Saat melihat BG, pelaku diduga langsung mengeluarkan parang dan mengayunkannya ke arah korban sasaran.


“Pelaku langsung mengayunkan parang ke arah BG sebanyak satu kali,” ujar seorang warga setempat, Alpin.


Melihat rekannya terancam, korban berupaya menghalangi serangan menggunakan sebatang kayu. Namun, sabetan parang diduga mengenai tangan kiri korban hingga menyebabkan luka robek.


Setelah kejadian, BG dilaporkan melarikan diri untuk menyelamatkan diri, sementara pelaku sempat melakukan pengejaran sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.


Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan parang yang diduga digunakan pelaku sebagai barang bukti. Korban juga telah mendapatkan penanganan medis atas luka yang dialaminya.


Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta memburu keberadaan terduga pelaku. -red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page