2 hours ago2 min read



KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana yang berfokus pada manajemen pengungsi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula BPB-PK Kalimantan Tengah, Palangka Raya, pada 11-12 Juni 2026 itu diikuti 45 peserta dari berbagai instansi dan lembaga yang tergabung dalam penanganan bencana.
Kepala Pelaksana BPB-PK Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan peningkatan kapasitas anggota TRC penting dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan respons penanganan bencana, khususnya dalam pengelolaan pengungsian saat kondisi darurat.
Menurutnya, penanganan pengungsi menjadi salah satu aspek krusial dalam fase tanggap darurat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
“Pengelolaan pengungsian harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis (11/6/2026).
Ahmad menjelaskan, manajemen pengungsi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat penampungan dan distribusi logistik, tetapi juga mencakup pendataan, penyediaan air bersih dan sanitasi, hingga perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, BPB-PK menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Riky Budi Wibowo dan Iwan Hasanudin.
Materi yang diberikan mencakup tata kelola penanganan pengungsi, koordinasi lintas sektor, serta langkah-langkah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat terjadi bencana.
Peserta bimtek berasal dari berbagai instansi, antara lain Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, Diskominfosantik, serta BPB-PK Kalimantan Tengah.
Peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat dinilai penting mengingat Kalimantan Tengah merupakan daerah yang berpotensi menghadapi berbagai bencana, seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, maupun bencana lainnya yang dapat memicu pengungsian masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap anggota TRC semakin siap melakukan kaji cepat kebutuhan pengungsi dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie




Comments