Search Results
2591 results found with an empty search
- Salah Satu Sumber PAD, DPRD Seruyan: Pariwisata Perlu Diperhatikan
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Argiansyah meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait agar memperhatikan pemeliharaan tempat wisata yang ada. Dijelaskannya, Keberadaan tempat wisata yang dimiliki juga menjadi salah satu nilai tersendiri bagi suatu daerah. Pasalnya, tempat wisata juga menjadi daya tarik bagi masyarakat atau pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah sehingga harus diperhatikan. “Seruyan ini banyak memiliki tempat wisata. Harapan kami dalam hal ini dinas terkait mestinya dapat melakukan pemeliharaan tempat wisata, karena beberapa tempat wisata kita itu seperti tidak terawat dengan baik,” kata Argiansyah. Dirinya juga mengajak masyarakat sekitar maupun pengunjung yang berwisata turut menjaga dan mengelola kebersihan tempat wisata yang ada demi kenyamanan bersama. Politisi PDI-Perjuangan ini juga menambahkan, bahwa bidang pariwisata yang ada juga salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga pemeliharaan tempat wisata juga penting dilakukan. “Masyarakat dan pengunjung juga harus dapat menjaga dan mengelola kebersihan, apabila membuang sampah di tempatnya, jangan sampai meninggalkan sampah yang berserakan,” pungkasnya. (rfn)
- DPRD Seruyan Minta Berbagai Langkah dan Upaya Berantas Kemiskinan
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan untuk melakukan berbagai langkah serta terobosan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan Rudi Hartono mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan sangat penting untuk dilakukan pemerintah daerah. Hal itu lantaran adanya masalah kemiskinan akan berdampak pada berbagai permasalahan lainnya ditengah tengah masyarakat. "Permasalahan kemiskinan menurut saya harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah, karena kemiskinan memiliki berbagai dampak lainnya," kata Rudi Hartono. Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, bahwa permasalahan gizi buruk atau stunting bukan tidak mungkin terjadi karena tidak sedikit dari keluarga miskin yang tidak mampu memenuhi asupan gizi pada anak-anaknya. Terlebih khususnya di wilayah Kabupaten Seruyan angka kemiskinan masih sangat tinggi, sehingga perlu menjadi perhatian khusus. "Dari hasil reses kami juga banyak dari masyarakat itu menyampaikan aspirasi terkait permasalahan kemiskinan dan kesehatan, " imbuhnya. Untuk itu, Rudi berharap kepada Pemkab setempat agar dapat mencarikan solusi kongkrit menyelesaikan permasalahan serta upaya maksimal dalam pengentasan kemiskinan. (rfn)
- DPRD Seruyan: Petani dan Nelayan, Dua Sektor Yang Harus Dikembangkan
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kabupaten Seruyan meminta pada Pemerintah Dearah agar memperhatikan pengembangan dua sektor utama usaha masyarakat, petani dan nelayan, terutama dalam pengembangan usahanya yang dinilai masih sangat butuh perhatian dari pemerintah. Anggota DPRD Seruyan Arhaman menyampaikan bahwa bayak cara dalam membantu usaha masyarakat seperti para petani dan nelayan. “Dengan adanya koperasi di sektor pertanian dan nelayan tentunya akan sangat membantu masyarakat yang menekuni usaha tersebut, sebab saat ini kita ketahui sendiri masyarakat sangat sulit mengembangkan usahanya kerena terbentur modal yang sulit di dapatkan, nah dengan adanya koperasi kami berharap hal tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk mereka dalam mengembangkan usahanya,” Ujarnya. Menurutnya dengan adanya koperasi para nelayan dan petani bisa mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan bantuan baik sara parasana, peralatan yang dibutuhkan dan permodalan sehingga bisa mendukung usaha mereka. “Semua itu bisa berjalan dengan baik apabila semua pihak mendukung dengan program tersebut, seperti pembuatan koperasi yang diperuntukan bagi nelayan dan petani. Tentu akan bisa berjalan bila pemerintah mendukung, sebab kedua sektor tersebut merupakan sumber usaha masyarakat di Seruyan ini," ungkapnya. Keberhasilan koperasi di sektor perkebuan tentu sebagai contoh untuk masyarakat kita ini dengan perencanaan dan program terarah hal tersebut tentu bisa dicapai sehingga untuk masa mendatang kabupaten Seruyan ini menjadi daerah yang maju dalam segala sektor. (rfn)
- DPRD Seruyan Himbau Jelang Pemilu 2024 Harus Saling Jaga Kondusifitas
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Ketua Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan Zuli Eko Prasetyo meminta pada seluruh masyarakat di wilayah kabupaten Seruyan untuk menjaga kondisi keamanan daerah dalam menyambut ajang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan datang. “ Pemilu ini merupakan pesta rakyat, harus kita jaga kondisinya jangan sampai jadi ajang persaingan yang menimbulkan permusuhan. Memang akan terjadi kontestasi yang cukup kuat sehingga harus kita jaga persatuan dan keamanan di wilayh kita masing-masing,” Katanya. Menurutnya kesusksesan Pemilu harus diwujudkan dengan integritas semua peserta Pemilu dan penyelenggara Pemilu serta semua masyarakat. Secara kusus untuk wilayah Kabupaten Sruyan dirinya mengajak semua masyarakat untuk berperan aktif dalam mensukseskan pemilu tahun 2024, dengan menjaga kondusitifitas masyarakat demi mewjudkan pemilu yang damai, aman dan kondusif. (rfn)
- Pemkab Seruyan Harus Perhatikan Tenaga Kerja Lokal
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Anggoata DPRD Seruyan Muhtadin berharap agar Pemerintah benar-benar memperhatikan SDM para calon tenaga kerja lokal, diharapkan dengan adanya pengembangan SDM yang mumpuni akan mampu bersaing dalam setiap bidang sehingga mampu mengurangi pengangguran dan membuka peluang usaha yang lebih baik lagi bagi masyarakat. “Terkait Pengembangan SDM bagi calon tenaga kerja lokal saya rasa perlu ditingkatkan, sebab saat ini masih banyak masyarakat lokal yang masih belum bisa terserap, karena keterbatasan SDM yang dimiliki, hal ini menandakan bahwa pekerja lokal kita masih belum memenuhi standar kerja yang diminta dan ini merupakan hal serius yang harus diatasi oleh pemerintah daerah,” katanya. Oleh sebab itu dirnya berharap agar pengembangan SDM bagi calon tenaga kerja lokal harus segera dilakukan agar masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan daerah dengan meningkatnya perekonomi keluarga sebab kesempatan kerja banyak tersedia. “Dalam hal ini memang harus ada kejelian dari pemerintah daerah, terutama bagi peningkatan SDM masyarakat lokal, sebab sampai saat ini penyerapan tenaga kerja lokal masih kalah, mungkin dengan memberikan aturan tentang tenaga kerja lokal dan juga harus dibarengi dengan kualitas pekerja yang mumpuni sehingga hal tersebut bisa dilakukan,” jelasnya. (rfn)
- PBS Diharapkan Jalani Kemitraan Dengan Desa
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan meminta kepada seluruh Perusahaan Besar Swasta (PBS) agar dapat menjalin kemitraan dengan desa-desa di wilayah operasionalnya. Anggota DPRD Seruyan Argiansyah mengatakan masih belum adanya jalinan komuniskasi yang baik antara PBS dengan wilayah Desa Binaanya harus bisa dibenahi, sebab hal tersebut merupakan kewajiban Pihak PBS yang melaksanakan aktifitas di wilayah setempat agar memperhatikan juga kemaslahatan masyarakat sekitar. “Inni kita ketahui dari laporan masyarakat beberapa waktu lalu. Masyarakat Desa Sungai Perlu mengajukan beberapa keluhan, salah satunya terkait dengan permasalahan perbatasan wilayah antara desa dengan pihak swasta atau perusahaan, namun Pihak PBS sulit untuk membantu, padahal ini, kan, desa binaannya, harusnya bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya. Pihaknya sangat berharap agar pihak PBS yang berada di Seruyan bisa melihat keluhan masyarakat sekitar, terlebih wilayah yang termasuk desa binaanya, harus ada kemudahan atau solusi setiap ada keluhan dari masyarakat, sehingga hubungan PBS dengan masyarakat sekitar bisa terjalin dengan baik. “Kami sangat berharap agar pihak PBS juga semakin peka dengan keluhan masyarakat, terlebih Desa binaanya, jangan sampai ada sengketa lahan, apalagi terkait batas wilayah antar PBS dan Desa, kami sangat berharap pihak PBS yang ada bisa menjadi salah satu pendukung kemajuan pembangunan bukan malah menimbulkan masalah yang akan merugikan semua pihak, oleh karena itu kami menghimbau agar pihak PBS semakin sering menjalin komuniskasi dengan desa binaanya sehingga akan terjalin hubungan kerja yang kan menguntungkan kedua belah pihak,” pungkasnya. (rfn)
- DPRD Seruyan: Peningkatan Pendidikan Adalah Bentuk Pembangunan
KALTENG NETWORK, KUALA PEMBUANG - Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengatakan, pembangunan bukan hanya bentuk gedung atau sekedar banguan fisik saja, namun dalam hal peningkatan pendidikan merupakan salah satu bentuk pembangunan. “Jika kita bicara pembangunan tentunya, bukan hanya gedung namun pendidikan merupakan salah satu instrumen yang tidak dapat dilupakan sebab dengan adanya pendidikan yang memadai akan berdampak pada peningkatan SDM sehingga menjadi faktor kesuksesan pembangunan itu sendiri,” Katanya. Dirinya berharap peningkatan pembangunan yang ada jangan sampai melupakan kemajuan pendidikan di daerah. Pihaknya sangat berharap agar pendidikan juga dimasukan dalam unsur pembangunan. “Kami sangat berharap agar kesuksesan pembangunan daerah bukan hanya bentuk fisiknya saja namun juga sukses membangun manusianya sehingga mampu bersaing dan memiliki skill yang handal, sehingga akan menjadi modal dasar pada keberhasilan hidup masyarakatnya,” pungkasnya. (rfn)
- Tarian Unik 'Balean Dadas' Sebagai Bentuk Permohonan Kesembuhan dari Budaya Kalimantan Tengah
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Ragam seni budaya yang berkembang di masyarakat mencerminkan keberagaman seni budaya yang dimiliki Indonesia. Salah satu contohnya adalah Tari Balean Dadas, sebuah tarian tradisional dari suku Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah yang hingga kini masih dijaga kelestariannya. Menurut buku "Seni Budaya Kalimantan Tengah" karya Ibrahim Offeny (2014), Tari Balean Dadas berakar dari tradisi ritual dukun di pedalaman Kalimantan Tengah, di mana tarian ini menjadi bagian dari upacara untuk memohon keberkahan Tuhan dan penyembuhan bagi penduduk yang sakit. Tarian ini menjadi penunjang dalam ritual penyembuhan masyarakat Dayak. Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan generasi, banyak pemuda yang mempelajari Tari Balean Dadas sebagai bentuk hiburan dan upaya untuk melestarikan keberadaan tarian tersebut. Kini, Tari Balean Dadas sering ditampilkan dalam acara adat dan pemerintahan, termasuk dalam penyambutan tamu penting di Kalimantan Tengah. Balean, juga dikenal sebagai Wadian, merupakan salah satu upacara dalam bidang pengobatan tradisional suku Dayak Ma'nyan di Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Sejarah Wadian Dadas berasal dari inspirasi seorang wanita bernama Ineh Ngundri Gunung. Pada masa lampau, ketika musibah atau kegagalan panen terjadi, masyarakat Dayak Ma'nyan mencari bantuan melalui Wadian untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk dengan melibatkan Tari Wadian Dadas. Namun, pergeseran sosial telah mengubah makna Wadian Dadas dari sekadar upacara menjadi keyakinan untuk memberikan keselamatan bagi masyarakat Dayak Ma'nyan. Dalam pertunjukan Tari Balean Dadas, enam penari perempuan dan dua penari laki-laki membawakan tarian ini. Mereka mengenakan pakaian adat Dayak dengan warna-warna khas seperti hitam, putih, merah, hijau, dan kuning, dilengkapi dengan berbagai hiasan seperti gelang, kaling taring, dan janur. Gerakan dasar tarian ini menggambarkan permohonan kepada Tuhan untuk kesembuhan bagi yang sakit, dengan dominasi gerakan melingkar dan berputar. Tari Balean Dadas merupakan bagian berharga dari warisan budaya Indonesia yang perlu terus dilestarikan. Keberagaman seni budaya seperti ini tidak hanya mencerminkan sejarah dan tradisi, tetapi juga menjadi identitas yang memperkaya kekayaan budaya bangsa kita. Dukungan untuk melestarikan dan mempromosikan tarian tradisional seperti Balean Dadas perlu terus ditingkatkan agar generasi mendatang tetap memiliki akses dan kebanggaan terhadap warisan budaya yang berharga ini. -red Sumber Foto : Kompas
- Potensi Keterlibatan Mycoplasma Pneumonia dalam Munculnya Penyakit Misterius di China
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Masyarakat internasional kembali dihebohkan oleh peningkatan kasus penyakit pneumonia 'misterius' yang menyerang anak-anak di China dan Belanda. Meskipun penyebab pasti kasus pneumonia tersebut belum diketahui, media China melaporkan bahwa sebagian besar pasien didiagnosis mengalami infeksi mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023. Berdasarkan laporan tersebut, bakteri mycoplasma pneumoniae diduga menjadi penyebab utama dari penyakit pneumonia 'misterius' ini. Dr. dr. Erlina Burhan, seorang dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan bahwa mycoplasma pneumoniae merupakan bakteri penyebab pneumonia yang sudah ada sejak sebelum munculnya Covid-19. "Kita sudah banyak tahu tentang influenza, RSV (Respiratory Syncytial Virus), SARS-CoV-2 atau Covid-19, tapi mycoplasma pneumoniae jarang dibahas karena kejadiannya tidak terlalu banyak," ujar dr. Erlina dalam konferensi pers daring, seperti yang dikutip pada Senin (4/12/2023). dr. Erlina menyampaikan bahwa peningkatan kasus mycoplasma pneumoniae mungkin terkait dengan tidak dilaksanakannya protokol kesehatan setelah berakhirnya pandemi Covid-19. Bakteri ini dapat ditularkan melalui droplet di udara dan menunjukkan gejala seperti batuk yang berlangsung beberapa minggu atau bulan. "Mycoplasma ini adalah bakteri yang sangat kecil, dengan genomen pendek hanya 0,58 hingga 2,20 Mb, dan menular melalui droplet di udara," terang dr. Erlina. Selain batuk yang dapat berlangsung cukup lama, mycoplasma pneumoniae juga dapat menimbulkan gejala lain seperti sakit tenggorokan, lemas, demam, dan nyeri kepala. Pada anak-anak di China, gejala yang muncul termasuk bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair, wheezing napas, dan bahkan muntah serta diare jika batuk terlalu sering. Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pihak berwenang terkait untuk mengatasi peningkatan kasus mycoplasma pneumoniae ini dengan mengimplementasikan protokol kesehatan yang tepat, serta melakukan upaya pencegahan dan pengobatan yang diperlukan. -red Sumber Foto : CNBC Indonesia
- Evaluasi Sepuluh Tahun Terakhir Pertanian Indonesia : Minim Pemanfaatan Teknologi!
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Data hasil Sensus Pertanian 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian di Indonesia mengalami sedikit perubahan dalam satu dekade terakhir. Secara umum, masih terlihat dominasi tenaga kerja berusia tua dan keterbatasan penggunaan teknologi. Berdasarkan sensus tersebut, jumlah usaha pertanian perorangan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 7,42% dari tahun 2013, dari 31,71 juta menjadi 29,36 juta. Begitu pula dengan jumlah unit usaha pertanian perorangan yang turun sebesar 7,45%, dari 31,70 juta unit menjadi 29,34 juta unit pada 2023. Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto, mengungkapkan bahwa mayoritas petani yang mengelola usaha pertanian perorangan pada tahun ini berusia 45-54 tahun sebesar 27,09%, sedangkan sepuluh tahun lalu jumlahnya mencapai 28,03%. Seiring dengan itu, terjadi penurunan drastis pada kelompok usia 35-44 tahun dari 26,34% pada tahun 2013 menjadi 22,08%. Namun, kelompok usia 55-64 tahun dan 65 tahun ke atas mengalami peningkatan masing-masing menjadi 23,20% dan 16,15%. Menariknya, porsi petani berusia 15-24 tahun mengalami peningkatan dari 0,88% menjadi 1,24%, sementara kelompok usia 25-34 tahun mengalami penurunan dari 11,97% menjadi 10,24%. Atqo menyatakan bahwa kondisi ini dapat menjadi pertimbangan kebijakan dalam konteks kedaulatan pangan, mengingat banyak petani yang sudah berusia relatif tua. Sementara itu, distribusi petani berdasarkan generasi menunjukkan bahwa generasi X (kelahiran 1965-1980) mendominasi dengan porsi 42,39%, diikuti oleh baby boomer (kelahiran 1946-1964) sebanyak 27,61%, dan generasi milenial (kelahiran 1981-1996) sebanyak 25,61%. Dalam hal penggunaan alsintan modern atau teknologi digital, data menunjukkan bahwa hanya 46,86% dari total 28,19 juta petani yang menggunakan teknologi tersebut. Petani milenial (19-39 tahun) mencakup 21,93% dari total petani, dan dari jumlah tersebut, 6.183.009 orang menggunakan teknologi digital. Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo), Agus Pakpahan, menyebutkan bahwa konsistensi kebijakan dan peningkatan teknologi pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia, termasuk gula dan beras. Namun, Sutarto Alimoeso, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI), menyoroti alih fungsi lahan yang tinggi sebagai salah satu penyebab penurunan produksi beras nasional, selain produktivitas yang stagnan. Data ini memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi pertanian di Indonesia, menyoroti perubahan demografis petani dan tantangan dalam mendorong produksi pertanian. Pentingnya kebijakan konsisten dan peningkatan teknologi menjadi sorotan untuk mencapai ketahanan pangan di masa depan. -red Sumber Foto : CNBC Indonesia
- Sahli Yuas Elko Ajak Tim Satgas dan TPID Awasi Harga Komoditas Nataru untuk Menanggulangi Inflasi
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Sahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng pada Senin (4/12/2023). Tito menyampaikan bahwa tren inflasi pada bulan November 2023 mengalami peningkatan sebesar 2,86% (tahun ke tahun), dibandingkan dengan 2,56% pada bulan yang sama tahun 2022. "Inflasi bulanan juga mengalami kenaikan, dari 0,17% pada Oktober 2023 menjadi 0,38% pada November," katanya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara global menempati peringkat 45 dari 185 negara, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,94%, sedangkan inflasi Indonesia berada di peringkat 138 dunia dengan angka 2,86%. Tito menyatakan bahwa meskipun posisi Indonesia stabil, harus tetap waspada karena tren inflasi naik dalam dua bulan terakhir. Amalia Adininggar Widyasanti, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik, menjelaskan bahwa inflasi pada November 2023 dipengaruhi oleh beberapa komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah, yang menyumbang sebanyak 0,27% dari total inflasi. Adapun komoditas beras masih mengalami inflasi sebesar 0,43%, dengan peningkatan jumlah kota yang mengalami deflasi beras dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Amalia juga menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) di minggu kelima November 2023 menunjukkan stabilitas di sejumlah kabupaten/kota, dengan sebagian besar kenaikan terjadi di Pulau Sumatera dan Jawa. Yuas Elko, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, menyatakan bahwa komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah, ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, dan gula pasir perlu mendapat perhatian khusus dari Tim Satgas dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng jelang Natal dan Tahun Baru. Meskipun stok pangan terlihat aman, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Pertemuan ini sangat penting untuk memantau dan mengendalikan tren inflasi di Indonesia. Informasi tentang komoditas yang berpotensi menyebabkan inflasi dapat membantu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama menjelang periode liburan Natal dan Tahun Baru. -red Sumber : mmc.kalteng
- Peringati Hari Ibu ke-95, Prov. Kalteng Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Sanaman Lampang
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember dirayakan setiap tahun sebagai peristiwa bersejarah, yaitu diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta pada tahun 1928. Pada tahun 2023, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) merayakan Hari Ibu ke-95 dengan mengadakan kegiatan Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya pada Senin (4/12/2023). Kegiatan ziarah tersebut dipimpin oleh Ketua I TP PKK Kalteng Bidang Pembina Karakter Keluarga, Nunu Andriani Edy Pratowo. Setelah kegiatan ziarah dan tabur bunga, Nunu menyampaikan bahwa Peringatan Hari Ibu ke-95 di tingkat Provinsi Kalteng tahun 2023 mengusung tema "Perempuan Berdaya, Perempuan Maju." "Tema ini mencerminkan perempuan yang memiliki kekuatan di bidangnya masing-masing, karena banyak perempuan yang telah mencapai prestasi dan memberikan kontribusi luar biasa melalui dedikasinya dalam mendukung pembangunan," ujarnya. Nunu menekankan bahwa kegiatan ziarah hari ini memberikan hikmah, mengingat perjuangan pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah pada masa lalu yang berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib perempuan. Dia juga menyoroti peran perempuan di era digitalisasi, di mana kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk berpartisipasi aktif dan mempromosikan kesetaraan gender. Menurut Nunu, perempuan memiliki potensi untuk menjadi pahlawan di era teknologi digital saat ini, selama mereka diberi kesempatan yang sama dan dukungan yang tepat. Sementara itu, Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, menyatakan bahwa kunjungan ke makam pahlawan merupakan momen untuk menghargai jasa-jasa pahlawan dan memahami bahwa perjuangan ini tidak akan pernah berhenti. Ia menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun Kalimantan Tengah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dengan meningkatkan kapasitas sesuai dengan bidang masing-masing. Berbagai organisasi seperti Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalteng, Bhayangkari Polda Kalteng, Dharma Pertiwi Koorcab Palangka Raya, Ikatan Adhiyaksa Dharma Kartini Kejati Kalteng, Dhamayukti Karini Provinsi Kalteng, Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI), serta Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Kalteng turut hadir dalam acara tersebut. Kegiatan peringatan Hari Ibu ini merupakan wujud apresiasi terhadap peran perempuan dalam pembangunan, serta menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di semua lapisan masyarakat. Melibatkan berbagai organisasi menunjukkan dukungan bersama untuk mencapai tujuan tersebut. red Sumber : mmc.kalteng

















