top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Sambut Peserta PKDN Sespimti Polri, Gubernur Kalteng Tekankan Sinergi Tangani Karhutla

Sep 12
2 min read
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama peserta PKDN Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di Istana Isen Mulang, Jumat (11/9/2026). (Foto: MMC Kalteng)
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama peserta PKDN Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di Istana Isen Mulang, Jumat (11/9/2026). (Foto: MMC Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambut peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-36 Tahun Anggaran 2026 di Istana Isen Mulang, Jumat (11/9/2026).


Dalam sambutannya, Agustiar menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kalimantan Tengah sebagai salah satu lokasi pelaksanaan PKDN. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan perspektif dalam melihat berbagai persoalan strategis di daerah.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan selamat datang di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar.


Ia menjelaskan, Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang luas dengan keragaman suku dan budaya yang menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kebersamaan.


Kondisi tersebut tercermin melalui falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat yang menjunjung kebersamaan, kerukunan, gotong royong, serta sikap saling menghormati dalam keberagaman.


Kalimantan Tengah terdiri atas satu kota dan 13 kabupaten dengan wilayah yang luas, sungai-sungai besar, serta garis pantai yang mencapai sekitar 750 kilometer. Kondisi geografis tersebut, kata Agustiar, sekaligus menjadi tantangan dalam penanganan berbagai persoalan daerah, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Agustiar menyebut karhutla di Kalteng mengalami peningkatan pada Agustus hingga awal September 2026. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah yang sempat mencapai kategori berbahaya dan sangat tidak sehat.


“Karhutla di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan signifikan pada Agustus hingga awal September 2026 dan berdampak pada kualitas udara yang mencapai kategori berbahaya dan sangat tidak sehat di sejumlah wilayah. Kondisi musim kemarau dan ancaman El Nino turut meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla,” jelasnya.


Berdasarkan data Posko PDB Karhutla Provinsi Kalteng per 10 September 2026, tercatat lebih dari 107 ribu hotspot, 2.819 kejadian karhutla, dan lebih dari 9.200 hektare luas terbakar yang telah ditangani.


Menurut Agustiar, penanganan kondisi tersebut membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas sektor. Saat ini, sekitar 10.700 personel dikerahkan untuk menangani karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPB-PK, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, perangkat daerah, relawan, serta unsur lainnya.


Dukungan pemerintah pusat juga mencakup pengerahan armada, peralatan, personel, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara, dan helikopter water bombing.


BNPB telah melaksanakan OMC dalam tiga periode dan mendukung patroli udara serta pengerahan helikopter untuk membantu penanganan karhutla. Sementara itu, dukungan materiel melalui Kodam XXII/Tambun Bungai antara lain berupa pompa air, selang, kendaraan pemadam, ekskavator, serta perlengkapan keselamatan dan kesehatan.


Agustiar berharap pelaksanaan PKDN tidak hanya menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari kondisi dan strategi penanganan karhutla di Kalteng, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara peserta dengan pemerintah daerah.


“Kami berharap PKDN tidak hanya menjadi ruang bagi peserta untuk mempelajari kondisi dan strategi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi melalui pertukaran pengalaman, data, dan perspektif,” tuturnya.


Ia berharap seluruh rangkaian PKDN berjalan lancar dan memberikan tambahan wawasan serta pengalaman bagi para peserta, sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi persoalan strategis yang dihadapi daerah. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page