top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Pimpin Evaluasi Karhutla, Gubernur Kalteng Perkuat Penanganan 2.909 Kejadian

Sep 12
3 min read
Suasana Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya. (Foto: MMC Kalteng)
Suasana Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya. (Foto: MMC Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).


Rapat tersebut membahas perkembangan penanganan karhutla di Kalteng yang masih menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran dan luasan area terdampak. Pemerintah provinsi juga mengevaluasi perbedaan hasil pendataan antara Posko PDB Karhutla dan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan.


Meski terdapat perbedaan angka, kedua sumber data tersebut sama-sama menunjukkan bahwa kondisi karhutla di Kalteng masih membutuhkan penanganan serius.


Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hotspot dan luasan area terbakar yang tinggi. Sementara Kota Palangka Raya mencatat jumlah kejadian karhutla terbanyak, disusul sejumlah wilayah lain yang turut terdampak.


Memasuki puncak musim kemarau, karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Pemprov Kalteng telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota bersama seluruh unsur terkait.


“Ancaman Karhutla yang kita hadapi di Kalimantan Tengah bukanlah persoalan sederhana. Karakteristik lahan gambut, ditambah musim kemarau panjang akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026, membuat tantangan penanganan semakin berat,” tutur Agustiar.


Meski demikian, Agustiar optimistis tantangan tersebut dapat dihadapi melalui kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kekuatan bersama dengan tujuan utama melindungi keselamatan masyarakat.


“Seberat apa pun tantangan, saya yakin akan mampu kita atasi selama ada semangat kebersamaan. Bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana seluruh kekuatan dapat bergerak bersama untuk menanggulangi Karhutla demi satu tujuan, yaitu melindungi keselamatan masyarakat,” tegasnya.


2.909 Kejadian Karhutla Ditangani


Kalaksa BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan, berdasarkan evaluasi terbaru Satgas Karhutla, sebanyak 2.909 kejadian telah ditangani dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare.


Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 10.700 personel disiagakan dan akan dikerahkan sesuai kebutuhan. Dukungan operasi udara dari BNPB juga diperkuat dengan enam helikopter dan satu pesawat, dengan empat helikopter di antaranya dioperasikan untuk pemadaman.


“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam penanganan Karhutla. Personel telah disiagakan untuk mendukung operasi di lapangan, sementara dukungan operasi udara juga terus diperkuat guna mempercepat proses pemadaman dan penanganan Karhutla, terutama pada wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan lebih intensif,” tutur Ahmad Toyib.


Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga diperpanjang hingga 19 September 2026. Sementara di wilayah prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, penanganan telah memasuki hari ke-71.


Kondisi api di kawasan tersebut berhasil dikendalikan. Penanganan kini difokuskan pada proses pendinginan dan pembasahan untuk mencegah munculnya kembali titik api.


Pemprov Kalteng turut memperkuat sarana dan prasarana penanganan melalui dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp45,815 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pengadaan 30 mesin pemadam, 1.500 rol selang, 50 kendaraan roda tiga pembawa air, tiga drone thermal, dan 500 alat pelindung diri (APD).


Dukungan bagi masyarakat terdampak juga terus dilakukan melalui penyaluran 1.100 paket bantuan, penyediaan air bersih, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan. Saat ini tersedia 87 sarana air bersih dan 237 sumur bor.


Pemprov Kalteng juga masih mengharapkan tambahan dukungan dari pemerintah pusat berupa dua hingga tiga helikopter water bombing, flexible tank, dan truk tangki untuk memperkuat penanganan melalui operasi darat maupun udara.


Rapat evaluasi turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Pangdam XII/Tanjungpura Zainul Arifin, Wakapolda Kalteng Yosi Muhamartha, Danrem, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta jajaran, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Anton Budiyono, kepala OPD Provinsi Kalteng, kepala instansi vertikal, para bupati dan wali kota, kepala OPD kabupaten/kota, serta unsur terkait lainnya.


Melalui evaluasi tersebut, Pemprov Kalteng menegaskan penanganan karhutla akan terus dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan personel, sarana, dukungan operasi udara, serta koordinasi lintas sektor untuk menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page