top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Pemkab Katingan Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Antisipasi 40 Titik Panas

Pemerintah Kabupaten Katingan menyiapkan penetapan Status Siaga Darurat Karhutla selama 60 hari sebagai langkah memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran pada musim kemarau. (Foto: Portal Kab Katingan)
Pemerintah Kabupaten Katingan menyiapkan penetapan Status Siaga Darurat Karhutla selama 60 hari sebagai langkah memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran pada musim kemarau. (Foto: Portal Kab Katingan)

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan penetapan Status Siaga Darurat Karhutla selama 60 hari. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Katingan Saiful di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Katingan, Selasa (21/7/2026).


Rapat dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten I, Asisten III, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan, Kepala Bagian Organisasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BKAD, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Pertemuan membahas kesiapan kelembagaan, personel, sarana dan prasarana, dukungan anggaran, serta pola koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau.


Langkah antisipasi tersebut diambil setelah wilayah Kabupaten Katingan, khususnya Kecamatan Katingan Hilir, mengalami kondisi tanpa hujan selama sekitar 21 hari. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan, saat ini juga terdeteksi sekitar 40 titik panas (hotspot) yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila tidak segera diantisipasi.


Bupati Katingan Saiful menegaskan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas ekonomi dan pendidikan, hingga kerusakan lingkungan.


"Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan harus memperkuat koordinasi, meningkatkan pemantauan di wilayah rawan, dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas," ujarnya.

Menurut Saiful, pemerintah daerah harus memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, dukungan anggaran, serta mekanisme koordinasi agar setiap kejadian di lapangan dapat ditangani secara cepat dan terpadu.


Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait meningkatkan kewaspadaan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi serta mempercepat pelaporan apabila ditemukan indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan Yobie Sandra mengatakan pemantauan cuaca terus dilakukan melalui stasiun cuaca di wilayah Katingan Hilir dan Mendawai. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga Oktober–November 2026.


"Pemantauan cuaca terus kami lakukan sebagai dasar pengambilan langkah antisipasi. Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi sangat penting untuk mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan," jelas Yobie.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk memperkuat upaya mitigasi, meningkatkan pengawasan di kawasan rawan, mempererat koordinasi lintas perangkat daerah, serta memastikan seluruh sumber daya siap apabila terjadi keadaan darurat.


Melalui penetapan Status Siaga Darurat Karhutla, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih efektif, mobilisasi personel dan peralatan menjadi lebih cepat, serta langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.


Pemerintah Kabupaten Katingan juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada aparat atau pemerintah setempat apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page