7 hours ago3 min read


Updated: May 23

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melantik pengurus Dewan Adat Dayak (DAD), Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DAD di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Kalteng, Kabinda, Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, bupati dan wakil bupati, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) periode 2021–2026 Marthin Billa, serta jajaran pengurus DAD dan BATAMAD se-Kalimantan Tengah.
Pelantikan dilakukan terhadap struktur kepengurusan DAD di delapan kabupaten dan kota, BATAMAD di empat kabupaten, serta LBH DAD Kalteng berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah.
Presiden MADN Marthin Billa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan masyarakat adat Dayak dan pembangunan daerah.
“Atas nama Presiden MADN, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan demi pembangunan masyarakat Kalimantan Tengah yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang juga menjabat Ketua Umum DAD Kalteng mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, budaya, dan ekonomi di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam sekaligus keberagaman suku, budaya, dan agama yang harus dijaga bersama di tengah perkembangan pembangunan dan investasi yang terus meningkat.
Ia menegaskan bahwa DAD memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga harmoni sosial agar nilai-nilai kebangsaan tetap terpelihara di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menekankan tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian DAD ke depan, yakni penanganan dan pencegahan konflik, penguatan kearifan lokal sebagai bagian dari instrumen hukum dan pendidikan, serta memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan.
“Melalui pelantikan ini, saya berharap kepengurusan DAD dan BATAMAD kabupaten dan kota yang baru dapat terus solid, berintegritas, dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum,” tegas Agustiar Sabran. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri




Comments