Bupati Kotim Dukung Gerakan Tanam Padi Serempak, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Fransisca Fethy Angelina
- 6 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KOTAWARINGIN TIMUR – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengikuti Gerakan Tanam Padi Serempak 50.000 Hektare se-Indonesia yang dilaksanakan secara serentak pada Jumat (31/7/2026). Di Kabupaten Kotim, kegiatan dipusatkan di lahan Kelompok Tani Karya Mufakat VII, Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit.
Kegiatan tersebut diikuti Bupati Halikinnor bersama Wakil Bupati Irawati, Penjabat Sekretaris Daerah Umar Kaderi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, penyuluh pertanian, serta para petani.
Halikinnor menegaskan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung penuh program nasional tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.
"Keberhasilan ketahanan pangan tidak ditentukan di ruang rapat, tetapi di hamparan sawah tempat para petani bekerja dan menghasilkan pangan untuk masyarakat," ujarnya.
Menurut Halikinnor, gerakan tanam padi serempak menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian produktif di tengah berbagai tantangan sektor pangan.
Ia mengatakan Kotawaringin Timur sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan di Kalimantan Tengah terus berupaya meningkatkan luas tanam, mendorong penerapan teknologi budidaya yang tepat guna, serta memperkuat kelembagaan petani agar hasil produksi semakin meningkat.
"Di balik setiap bulir padi terdapat kerja keras para petani, pendampingan penyuluh, serta kolaborasi seluruh pihak. Karena itu kami berharap gerakan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.
Halikinnor berharap gerakan tanam serempak tersebut mampu menghasilkan panen yang melimpah, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkokoh posisi Kotawaringin Timur sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Tengah. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments